Peluang Usaha Tanaman Karet, Analisa Modal & Keuntungannya

Karet merupakan salah satu sumber daya alam yang banyak digunakan untuk membuat barang dari berbagai jenis bidang. Mengingat kegunaannya sangat banyak, usaha tanaman karet bisa dibilang sebagai bisnis dengan keuntungan besar.

Pasalnya, permintaan pasar terkait bahan dasar ini sangat tinggi bahkan setiap harinya selalu ada permintaan. Kini budidaya tanaman karet sudah mulai banyak dirintis, khususnya di lahan perkebunan di luas Pulau Jawa.

Tanaman Karet Adalah

Tanaman Karet Adalah

Tanaman karet atau yang memiliki nama ilmiah Hevea brasiliensis merupakan salah satu jenis tanaman berkayu dengan ciri berbentuk pohon batang lurus dan termasuk ke dalam tanaman tahunan yang bisa hidup mencapai usia 30 tahun.

Pohon karet akan menghasilkan getah yang mana hal tersebut dapat diperoleh dari proses penyadapan atau penorehan. Getah yang didapatkan nantinya bisa diolah menjadi barang lain bermanfaat, seperti:

  • Ban
  • Silicon
  • Dan bahan industri lainnya

Peluang Bisnis Tanaman Karet

Peluang Bisnis Tanaman Karet

Anda pasti sadar betul bahwa banyak sekali barang yang terbuat dari bahan dasar karet, mulai dari ban, kemudian silicon seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Hal tersebutlah yang membuat permintaan karet di pasaran sangat tinggi dan terus membutuhkan bahan baku.

Itulah sebabnya mengapa peluang bisnis tanaman satu ini sangat besar dan menguntungkan, sehingga jika ingin memiliki lahan bagus bisa digunakan untuk budidaya tanaman karet.

Harga karet di pasaran juga melambung tinggi, sehingga tidak ada kata rugi ketika Anda mulai merintis usaha ini. Namun perlu Anda ketahui, bahwa menunggu tanaman karet bisa dipanen alias disadap sejak ditanam akan memakan waktu lumayan lama.

Akan tetapi jangan khawatir, karena setelah bisa dipanen, Anda bisa memanen atau menyadap pohon karet setiap harinya sehingga proses pemanenan bisa berjalan satu tahun penuh. Dengan begitu, setiap hari Anda bisa menjual karet pada pengepul sehingga mendapatkan penghasilan besar setiap harinya.

Cara Usaha Tanaman Karet

1. Pilih Bibit Unggulan

Pilih Bibit Unggulan

Penanaman bibit tanaman karet biasanya dilakukan mulia dari biji namun juga bisa dengan melalui okulasi apabila ingin lebih cepat. Masing-masing penanaman bibit sudah pasti memiliki kelebihan serta kekurangannya, sehingga Anda bisa memilihnya.

Dapat dipastikan bahwa pemilihan bibit tanaman karet akan mempengaruhi pertumbuhan serta produksi karet ke depannya. Maka dari itu, disarankan agar membeli bibit karet unggulan di tempat terpercaya dan sudah terbukti serta tersertifikasi.

2. Menanam di Lokasi yang Sesuai

Menanam Di Lokasi Yang Sesuai

Langkah selanjutnya dalam usaha tanaman karet adalah menanam di lokasi yang sesuai dan tepat, agar perkembangan tanaman maksimal. Tanaman karet umumnya bisa tumbuh dan berkembang secara optimal ketika di tanam di dataran rendah dengan ketinggian 0 – 200 mdpl.

Selain itu, tanaman yang menghasilkan getah ini juga sangat baik apabila ditanam di daerah tropis, yakni 15 derajat LS sampai 15 derajat LU.

Anda perlu tahu bahwa ketinggian juga akan mempengaruhi produksi pohon karet, yakni semakin tinggi lokasi penanamannya maka akan semakin lambat pula pertumbuhan sera produksi lateks menjadi rendah.

Maka dari itu, jika Anda mempunya lahan di daerah dataran dengan ketinggian lebih dari 600 mdpl, maka urungkan niat untuk menanam tanaman karet. Tidak hanya itu saja, tanaman karet disarankan dibudidayakan di daerah yang memiliki suhu 25 derajat Celcius sampai dengan 35 derajat Celcius.

3. Perawatan Berkala dan Teratur

Perawatan Berkala Dan Teratur

Setiap tanaman sudah pasti membutuhkan perawatan yang maksimal agar pertumbuhannya optimal, begitu juga dengan tanaman karet.

Anda perlu melakukan pembersihan lahan dari gulma setidaknya setiap satu bulan sekali, agar tidak mencuri nutrisi yang seharusnya diserap oleh tanaman karet.

Sedangkan untuk pemupukannya, Anda perlu memberikannya kurang lebih 2 kali dalam setahun (minimal) untuk pertumbuhan yang optimal.

Perawatan tentu akan sangat berpengaruh pada produksi karet yang Anda tanam, sehingga pastikan melakukan perawatan secara berkala dan teratur agar hasil panen memuaskan.

4. Lakukan Penyadapan

Lakukan Penyadapan

Ketika tanaman karet sudah memasuki masa matang sadap, yakni standar lilit batang mencapai sekitar 45 centimeter atau lebih dengan ketinggian 100 centimeter di atas pertautan okulasi, maka hal tersebut sebagai tanda bahwa karet bisa disadap.

Sedangkan hal pertama yang perlu Anda lakukan dalam proses ini adalah mempersiapkan buka sadap lali melakukan pemasangan talang sadap beserta mangkok sadap. Setelahnya, Anda bisa langsung melakukan proses penyadapan pada tanaman karet yang sudah siap atau matang sadap.

Perlu diperhatikan bahwa kedalaman penyadapan tidak boleh terlalu dangkal maupun dalam, agar hasilnya maksimal. Kedalaman yang pas adalah sekitar 1 sampai dengan 1,5 mm dari kambium, sehingga tidak membuat kambium rusak.

Ketika kambium tidak rusak, maka hal tersebut akan membuat kulit tanaman karet bisa terbentuk lagi seperti sedia kala. Dengan begitu, ketika kulit sudah kembali maka Anda bisa melakukan penyadapan di area kulit yang sama.

5. Pemanenan

Pemanenan

Ketika menanam sesuatu, maka hal yang ditunggu-tunggu adalah masa panen, sedangkan pada tanaman karet Anda bisa panen setiap hari, lho.

Pada usaha tanaman karet, Anda dapat melakukan proses panen dengan mengumpulkan lateks yang masih dalam bentuk cair atau kemungkinan sedikit mengental. Pada umumnya, proses pemanenan dilakukan sekitar 2 sampai dengan 4 jam setelah proses penyadapan berlangsung.

Lebih baik melakukan penyadapan dan pemanenan di pagi hari saja, yakni sekitar pukul 05.00 sampai 06.00 untuk penyadapan dan sekitar pukul 08.00 sampai 10.00 Anda bisa mengumpulkan hasil penyadapan. .

6. Pengolahan

Pengolahan

Lateks atau karet cair yang telah dikumpulkan setelah proses penyadapan, kemudian akan dibekukan dengan cara menambahkan asam serta dicetak pada wadah yang berbentuk kotak.

Setelah lateks berhasil dibekukan, maka akan di press agar seluruh air di dalamnya terbuang sehingga tidak mengganggu proses produksi nantinya.

Analisa Usaha Karet

Analisa Usaha Karet

Modal

  1. Anda perlu menyiapkan lahan yang digunakan sebagai media tanam pohon karet, yang mana pada contoh ini diasumsikan 1 hektar dengan harga Rp15.000.000,-
  2. Biaya pembukaan lahan sampai membuat lubang tanam sehingga siap ditanami pohon karet adalah sekitar Rp3.000.000,-
  3. Biaya penanaman sekitar Rp2.120.000,-
  4. Bibit diasumsikan 715 per batang yang mana sudah dengan bibit untuk penyulaman dengan harga Rp4.500 per batang sehingga total keseluruhannya Rp3.317.500,-
  5. Biaya pemeliharaan selama 6 tahun sampai tanaman karet siap sadap atau matang sadap diasumsikan Rp14.400.000,-

Total modal Rp37.737.500,-

Hasil

  1. Diasumsikan setiap pohon karet menghasilkan 2 ons lateks sedangkan pohon yang panen sekitar 400 batang, maka 2 ons x 400 batang = 800 ons atau 80 Kilogram. Penyadapan dilakukan selama 15 hari dalam satu bulan.
  2. Diasumsikan harga karet di pasaran mencapai Rp7.500,- per kilogramnya, kemudian dikalikan 80 Kilogram dan di bagi 15 hari maka per bulan mendapatkan penghasilan Rp9.000.000,-

Dengan hasil panen yang dapat diuangkan menjadi Rp9.000.000,- maka modal yang Anda keluarkan bisa kembali dalam waktu 5 bulan saja.

Usaha tanaman karet menjadi salah satu bisnis menjanjikan, sehingga tidak heran jika banyak orang yang tertarik menjalankannya. Jika Anda ingin menjadi pengusaha karet, maka silahkan ikuti tips atau cara berbisnis di atas, ya.

Bagikan Postingan: