Analisis Usaha Ubi Kayu, Peluang, Tips dan Keuntungannya

Ubi kayu atau singkong bisa diolah menjadi berbagai macam camilan lezat dan gurih. Misalnya keripik atau singkong keju yang banyak digemari saat ini. Tak heran jika usaha ubi kayu sebenarnya cukup menjanjikan sehingga cocok dilakukan bagi Anda yang memiliki lahan kosong.

Pada dasarnya, menanam singkong tidak hanya bisa menjadi sumber penghasilan tambahan. Bahkan ada juga yang menjadikannya sebagai mata pencaharian utama jika bisa merawatnya dengan baik. Apabila Anda memiliki lahan cukup luas, sebaiknya manfaatkan dengan menanam ubi kayu.

Manfaat yang dirasakan tidak hanya dengan menjual singkongnya. Melainkan bagian daunnya juga bisa dijual atau dikonsumsi sendiri. Tak heran jika tanaman singkong sebenarnya memberikan manfaat cukup banyak bagi pemiliknya.

Keuntungan Budidaya Ubi Kayu

Keuntungan Budidaya Ubi Kayu

Generasi milenial mungkin tidak banyak melirik bisnis pertanian satu ini. Padahal, potensi keuntungannya tidak kalah besar dengan jenis tanaman lain. Terlebih jika bisa merawatnya dengan baik sehingga ubi kayu tumbuh dengan subur.

Ada beberapa keuntungan dari usaha dari ubi kayu sehingga bisa menjadi pertimbangan bagi yang memiliki lahan luas, berikut beberapa kelebihannya.

1. Tidak Banyak Perawatan

Perlu diketahui bahwa menanam ubi kayu tidak membutuhkan banyak perawatan seperti jenis tanaman lain. Jadi, tak perlu khawatir apabila Anda lupa menyiramnya di beberapa kesempatan.

2. Bisa Tumbuh di Tanah Tidak Terlalu Subur

Punya lahan cukup luas namun tidak terlalu subur? Sebaiknya tidak melewatkannya dengan menanam ubi kayu atau singkong. Tanaman umbi-umbian kaya karbohidrat ini hanya membutuhkan lahan luas sehingga bisa tetap tumbuh dengan baik.

3. Bagian Daun Bisa Dimanfaatkan

Bukan sesuatu yang asing lagi apabila daun singkong bisa dikonsumsi dan rasanya pun cukup lezat. Anda bisa menjadikannya sebagai sumber pangan bersama keluarga sehingga tanaman satu ini memang memiliki segudang manfaat.

Tips Usaha Ubi Kayu Sukses

Pada dasarnya, singkong masih menjadi makanan pokok di beberapa daerah di tanah air. Tidak hanya direbus atau digoreng, singkong juga dijadikan sebagai bahan baku tepung tapioka. Biasanya para petani di Indonesia menanam singkong di musim kemarau dan musim hujan.

Meski bisa ditanam di sepanjang musim, namun kualitasnya terasa berbeda. Cita rasa ubi kayu ini akan lebih baik jika ditanam pada musim hujan. Proses pemanenan juga akan lebih baik dilaksanakan saat musim kemarau. Jika berminat menanam singkong, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan.

1. Persiapan Lahan

Persiapan Lahan

Meski perawatan tanaman singkong cukup mudah, sebaiknya tetap melakukan persiapan lahan. Jika kondisi tanah tidak terlalu subur dan terlalu lembab, sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu. Perlu diingat bahwa penanaman singkong memang membutuhkan lahan cukup luas.

Sediakan ruang untuk akar singkong bertumbuh dengan baik. Saat mengolah lahan, sebaiknya lakukan saat musim kemarau. Keadaan tanah yang becek rentan membuat struktur tanah menjadi rusak. Anda bisa menggunakan cara manual, yaitu mencangkul tanah 1-2 kali dengan kedalaman 20 cm.

Bisa juga menggunakan traktor agar proses pengolahan tanah lebih menghemat waktu. Jika tanah sudah rada, kemudian buat saluran drainase agar singkong siap ditanami dengan baik. Lahan dengan tanah gembur akan lebih berkualitas jika ditaburi pupuk kandang.

Tanah dengan pupuk bisa menambah unsur hara di dalamnya sehingga apapun tanaman yang ditanam di atasnya tumbuh dengan subur. Jika perlu, tambahkan zat kapur, terlebih jika pH tanah cenderung asam.

2. Pembibitan

Pembibitan

Setelah menyiapkan lahan, proses selanjutnya yaitu pembibitan. Bibit singkong bisa diperoleh dengan memotong batang sepanjang 20-22 cm. Batang singkong bisa dipotong miring maupun lurus, keduanya bisa tumbuh dengan baik.

3. Penanaman Bibit

Penanaman Bibit

Tips usaha ubi singkong berikutnya yaitu penanaman bibit dari batang singkong yang sudah dipotong. Bibit yang sudah dipotong miring atau lurus kemudian ditanam ke lahan yang sudah diolah. Pastikan jarak tanam juga ideal, sekitar 60 ccm x 80 cm.

Jika lahan yang dimiliki seluar 1 ha, maka tanam dengan 60 ikat batang singkong. Kuantitas ini sangat direkomendasikan agar singkong tumbuh secara ideal. Perhatikan bagian tunas ubi kayu agar jangan sampai terbalik karena bisa mempengaruhi pertumbuhannya.

Lihat arah pucuk batang singkong yang berada di dekat area daun yang sudah lepas. Tunas juga harus menghadap ke atas agar pertumbuhannya tidak terhalang tanah. Menanam stek singkong secara vertikal sebaiknya dihindari karena bisa membuat stek lebih cepat mengering.

Tak heran jika hasil akhirnya berupa pembentukkan akar yang tidak sempurna. Penanaman stek secara horizontal atau miring lebih direkomendasikan, yaitu pada sudut sekitar 45 derajat.

4. Perawatan Ubi Kayu

Perawatan Ubi Kayu

Jika usaha ubi kayu yang dilakukan ingin menghasilkan singkong berkualitas, maka lakukanlah perawatan dengan benar. Meski bisa tumbuh di lahan kurang subur, pemupukan tetap dianjurkan. Biasanya pada 3 sampai 4 minggu pasca tanam, yaitu ketika sudah muncul tunas daun sekitar 5-8 helai.

Beberapa pupuk yang disarankan adalah pupuk kimia seperti KCI, TSP, dan Urea. Gunakan petunjuk yang ideal, biasanya tertera langsung pada kemasan atau karung pupuk. Tidak hanya pemupukan, penyiangan juga perlu dilakukan agar tanaman ubi kayu tidak diserang gulma.

Biasanya proses penyiangan dilakukan pada 8-12 minggu pasca tanam agar ubi kayu bisa tumbuh dengan sempurna.

5. Penyulaman

Penyulaman

Proses penyulaman pada bibit sebaiknya juga tidak dilewatkan agar tanaman tidak mudah roboh. Biasanya proses pemupukan ini dilakukan pada bulan ke-4 atau ke-5 setelah menanam bibit singkong. Misalnya menggunakan pupuk urea yang memungkinkan ukuran ubi kayu lebih besar saat dipanen.

Adapun perawatan tanaman singkong tidak lepas dari penggunaan pupuk kimia. Suhu ideal untuk tanaman ini berada di sekitar 21-35 derajat Celcius. Curah hujan sebesar 1.500-2.000 adalah yang paling direkomendasikan.

6. Pemanenan Ubi Kayu

Pemanenan Ubi Kayu

Usaha ubi kayu akan begitu terasa keuntungannya saat memasuki masa panen. Perlu diingat bahwa singkong memang membutuhkan waktu cukup lama sampai mencapai masa panen, biasanya sekitar 7-8 bulan masa tanam.

Seiring berkembangnya teknologi pertanian, terdapat varietas singkong baru yang bisa dipanen dalam waktu 5 bulan saja. Tanaman singkong yang siap dipanen biasanya area daunnya sudah agak rontok. Bagian ubi kayunya juga berukuran besar sehingga siap panen.

Sebaiknya pemanenan dilakukan dengan mencabut singkong dengan teknik manual. Terlebih jika kondisi tanah sudah gembur, pastinya proses ini akan sangat membudahkan. Namun, singkong juga bisa dipanen bersamaan dengan memotongnya menggunakan parang.

7. Pasca Panen

Pasca Panen

Usaha singkong perlu diperhatikan sampai proses pasca panen. Jika semua singkong di lahan sudah dicabut, maka saatnya membersihkan lahan. Hal ini penting dilakukan agar area tanah tersebut bisa langsung dimanfaatkan kembali.

Akan ada sisa batang singkong yang bisa dimanfaatkan sebagai bibit untuk periode penanaman berikutnya. Area sisa penanaman singkong juga bisa dibakar terlebih dahulu.

Hal yang harus diperhatikan adalah umbi singkong harus disimpan dengan baik karena rentan mebusuk. Caranya dengan menutup bagian akar menggunakan karung goni lalu menahannya agar tetap lembab. Lakukan penyiraman dengan air setidaknya 3-4 hari sebelum diolah.

Usaha ubi kayu termasuk menjanjikan jika Anda memiliki lahan kosong yang ingin ditanami tumbuhan produktif. Ubi kayu atau singkong ini memiliki sejumlah manfaat karena bagian daunnya pun bisa diolah. Meski minim perawatan, sebaiknya tetap lakukan pemupukan lahan untuk ubi kayu.

Bagikan Postingan: