Mau Usaha Tanaman Obat? Ini Peluang, Keuntungan & Omzetnya

Memulai usaha tanaman obat merupakan lini bisnis yang cukup menjanjikan. Apalagi kondisi iklim yang ada di Indonesia sangat mendukung tumbuhnya beragam tanaman obat bisa tumbuh dengan subur. Selain bisa dijual dalam bentuk tanaman segarnya, Anda juga bisa mengolahnya menjadi produk bernilai.

Produk yang seringkali dikembangkan dari jenis tanaman obat misalnya jamu tradisional. Racikan bahan tanaman obat memiliki kandungan yang sangat berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit. Ada juga yang mengatakan bahwa jamu tradisional bisa membuat bau badan hilang dan lebih rileks lho.

Prospek bisnis tanaman obat tidak hanya merambah ke pasar lokal, namun Indonesia sudah seringkali melakukan eksport tanaman obat ke negara lain misalnya Korea, Vietnam, Amerika, dan lainnya. Tanaman obat bisa dimanfaatkan dalam berbagai bidang industri, khususnya kesehatan dan kecantikan.

Usaha Tanaman Obat yang Menggiurkan

Usaha Tanaman Obat Yang Menggiurkan

Terjadinya pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu tentunya membuat tatanan kehidupan masyarakat banyak mengalami perubahan. Masyarakat dilarang untuk melakukan aktivitas didalam rumah saja untuk memperkecil tingkat penularan, kecuali kalau memang keperluannya sangat mendesak.

Kebiasaan melakukan segala aktivitas di rumah, seolah mendatangkan hobi baru bagi masyarakat misal berkebun untuk menanam tanaman obat. Pada kondisi saat itu, obat herbal seolah menjadi produk paling laris dan banyak dicari oleh masyarakat untuk meningkatkan kekebalan tubuhnya akan serangan virus.

Sebenarnya tidak hanya saat pandemi COVID-19, namun keberadaan minuman herbal dari tanaman obat berkhasiat masih sangat dibutuhkan hingga saat ini. Pasalnya banyak masyarakat percaya bahwa konsumsi minuman herbal tradisional mampu menangkal masalah kesehatan tertentu.

Hal inilah yang membuat usaha tanaman obat tidak pernah sepi peminat, apalagi kalau Anda menjual produknya secara online. Jika ingin menjual rempah-rempah tanaman obatnya juga tidak masalah, karena ada banyak bidang industri yang membutuhkan bahan berkhasiat tersebut

Tanaman obat bisa digunakan untuk bahan campuran pembuatan make up, hand body lotion, lulur tubuh, dan obat-obatan farmasi dalam bidang kesehatan. Sebenarnya masih banyak fungsi tanaman obat bagi manusia, sehingga tidak rugi untuk mengembangkan bisnis tanaman obat dari sekarang.

Keuntungan Mengembangkan Bisnis Tanaman Obat

Usaha atau bisnis tanaman obat bisa dijadikan sebagai pekerjaan sampingan yang bisa menghasilkan keuntungan cukup besar bagi para pelakunya. Namun untuk bisa mendapatkan keuntungan tersebut, Anda harus mulai dulu mempersiapkan modal, persiapan, waktu, dan pengetahuan yang memadai.

1. Indonesia Memiliki Tanah Subur

Indonesia Memiliki Tanah Subur

Sesuai dengan penjelasan sebelumnya, Indonesia memiliki hamparan tanah yang luas dan punya tingkat kesuburan yang sangat tinggi. Dengan kondisi tersebut, Anda bisa memanfaatkan peluang untuk menanam berbagai jenis tanaman obat agar bisa mendapatkan penghasilan tambahan.

Potensi bisnis tanaman obat sangatlah menggiurkan, apalagi ketika Anda mampu mengolahnya menjadi produk yang lebih bernilai. Dengan proses penanaman yang mudah, maka pelaku usaha bisa meminimalkan budget awal untuk membudidayakan tanaman obat seoptimal mungkin.

2. Jumlah Permintaannya Cukup Tinggi

Jumlah Permintaannya Cukup Tinggi

Tahukah Anda bahwa jumlah permintaan tanaman obat untuk pasar lokal dan luar negeri tinggi? Kondisi demikian akan memudahkan para pelaku usaha cepat balik modal dalam jangka waktu beberapa bulan saja. Masih ragu untuk mengembangkan bisnis tanaman obat?

Berdasarkan data LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), Indonesia setidaknya memiliki 33 ribu spesies tanaman obat yang bisa diproduksi obat herbal kemasan. Pada masa pandemi kemarin, permintaan tanaman obat bagi masyarakat mulai meningkat 14,96% dari biasanya.

Menurut pendapat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) juga ikut memberikan penjelasan bahwa permintaan tanaman obat meningkat dalam bidang tertentu. Usaha tanaman obat sangat dibutuhkan untuk pembuatan jamur modern, aromatherapy, dan suplemen.

Ditambah lagi produk herbal dunia juga sudah berhasil mencapai angka Rp60 juta US Dollar atau setara dengan Rp870 triliun/tahunnya. Dalam hal ini para pebisnis tanaman obat Indonesia harus terus meningkatkan eksistensinya dan mampu bersaing pada pasar global.

3.Bisa Diolah Menjadi Produk Beragam

Bisa Diolah Menjadi Produk Beragam

Pada umumnya tanaman obat bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan misalnya dalam bidang makanan dan minuman instan, industri kecantikan, jamu herbal berkhasiat, obat-obatan farmasi, dan lain-lain. Dengan demikian ada banyak cara untuk menjualnya, bukan?

Anda yang ingin mendapatkan untung lebih besar lagi dalam bisnis tanaman obat, maka bisa kerja sama dengan beberapa bidang industri sebagai pemasok. Jika memang modal mencukupi, tidak ada salahnya untuk membuat produk sendiri yang terbuat dari bahan tanaman obat.

Keuntungan yang didapatkan dari olahan tanaman obat biasanya 30% lebih besar dibandingkan dengan produk segarnya. Jika ingin jadi pemasok perusahaan besar juga cukup menguntungkan karena proses penjualannya lebih berkesinambungan dan dibandrol harga lebih tinggi.

Bisnis Tanaman Obat, Berhasil Raih Omzet Ratusan Juta

Bisnis Tanaman Obat, Berhasil Raih Omzet Ratusan Juta

Tentunya ada berbagai jenis tanaman obat berkhasiat yang bisa mendatangkan omzet ratusan juta lho dalam penjualan beberapa bulan. Penasaran apa saja jenis tanaman obatnya? Jika Anda berniat untuk coba, maka bisa pilih beberapa rekomendasi tanaman obat paling laris di pasaran ini.

1. Pasak Bumi

Tanaman obat pasak bumi biasanya ditemukan di daerah Sumatera, semenanjung Malaysia, dan Kalimantan. Pasak Bumi memiliki kandungan senyawa anti radang, antioksidan, dan anti bakteri sehingga bisa bermanfaat dalam berbagai bidang industri.

Dalam dunia internasional, pasak bumi memiliki khasiat untuk memulihkan stamina vitalitas dari kaum laki-laki, menghambat sel kanker, meredakan stress, dan menguatkan massa otot. Hal ini membuat permintaan Pasak Bumi meningkat, khususnya untuk permintaan ekspor ke negara lain.

2. Bawang Dayak

Usaha tanaman obat sejenis Bawang Dayak juga berpotensi mendatangkan keuntungan. Ukuran tanaman satu ini sangat kecil, berwarna merah, dan permukaan kulitnya juga licin. Permintaan Bawang Dayak dalam beberapa industri cukup tinggi karena memiliki banyak khasiat.

Bawang Dayak dipercaya bisa mengatasi berbagai penyakit misalnya kolesterol tinggi, penyakit jantung, osteoporosis, dan masalah infeksi. Tanaman Bawang Dayak biasa digunakan dalam bentuk obat herbal, kemudian nantinya akan di ekspor ke negara lain.

3. Kumis Kucing

Tanaman kumis kucing memiliki kandungan antioksidan yang tinggi dan bermanfaat mengatasi masalah jamur kulit. Pelaku usaha kumis kucing biasa mengolahnya sebagai antibiotik sebagai obat pereda batuk dan menetralisir racun yang masuk ke dalam tubuh manusia.

4. Kenanga

Bunga dari tanaman obat kenanga terkenal memiliki aroma yang sangat harum. Bunga kenanga memiliki khasiat sangat baik dalam bidang kesehatan karena ada kandungan minyak atsiri. Anda bisa memanfaatkan tanaman kenanga untuk membuat produk aromatherapy yang enak.

Produk aromatherapy dari kenanga bisa membantu mengatasi stress, cemas, turunkan tekanan darah, meningkatkan kualitas tidur, infeksi jamur, dan gejala asma. Pelaku usaha kenanga bisa juga ikut bekerjasama dengan pelaku industri obat-obatan besar untuk mendapatkan keuntungan.

Kesimpulan

Usaha tanaman obat menawarkan prospek yang cukup menjanjikan, tidak hanya dibutuhkan pada pasar lokal, tetapi juga untuk kebutuhan ekspor. Tanaman obat nantinya banyak dimanfaatkan dalam bidang kesehatan, kecantikan, dan pengolahan obat-obatan farmasi.

Bagikan Postingan: