Usaha Roti Boy : Modal, Analisa Keuntungan, Strategi Pemasaran

Usaha Roti Boy

Bisnis kuliner saat ini memang diketahui menjadi salah satu bidang bisnis yang peminatnya tidak pernah sepi. Hal sama pun terjadi pada bisnis makanan kecil atau camilan. Ada banyak orang yang suka mengonsumsi camilan. Melihat peminat camilan yang banyak sekali, pastinya akhirnya banyak pula yang menjual dan berbisnis berbagai macam camilan. Salah satu camilan yang cukup menguntungkan untuk bisnis atau usaha adalah Roti Boy. Anda bisa membuka franchise Roti Boy yang telah punya branding terkenal dan baik di masyarakat. 

Nah, untuk Anda yang ingin berbisnis Roti Boy, berikut penjelasan lebih lanjutnya.

Apa Itu Roti Boy?

Brand Roti Boy didirikan oleh Hiro Tan pada tahun 1998 di Bukit Mertajam, Penang, Malaysia. Roti Boy memiliki aroma harum dan tekstur roti. Salah satu yang menjadi ciri khas dari Roti Boy yang mencolok sekali adalah pemakaian kopi sebagai toppingnya. Itulah yang menjadi alasan banyak orang mengira Roti Boy merupakan roti yang berasal dari Indonesia. Pemakaian topping kopi aromanya selalu menggoda, terlebih jika roti baru dipanggang. 

Brand Roti Boy masuk ke Indonesia pertama kali di bulan Mei 2004. Tak hanya itu, brand roti ini telah masuk ke beberapa negara seperti Korea Selatan, Thailand, China, Arab Saudi, dan lain sebagainya. 

Modal yang Dibutuhkan untuk Usaha Roti Boy

Seperti saat menjalankan bisnis yang lain, bisnis Roti Boy pun membutuhkan modal. Jika Anda ingin berbisnis Roti Boy, Anda bisa membuka franchise Roti Boy. Beberapa franchise membutuhkan modal mulai dari puluhan juta, ratusan juta, hingga ada juga yang milyaran. Bahkan salah satu franchise, membutuhkan modal sekitar 100 juta. 

Namun, jika Anda ingin membuka toko sendiri dan bukan franchise, Anda perlu untuk menyiapkan modal usaha untuk beli dan menyiapkan peralatan, bahan-bahan roti, dan hal-hal lain yang yang dibutuhkan. 

Strategi Pemasaran Roti Boy

Strategi pemasaran atau marketing online belakangan ini dibutuhkan sekali oleh perusahaan-perusahaan besar. Tak heran jika banyak pebisnis yang memakai strategi marketing online untuk menjajakan dan menjual produk dagangan. 

Namun tak hanya perusahaan besar, perusahaan kecil pun juga membutuhkan cara marketing bagus untuk bisa bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar. Pastinya strategi ini dibarengi biaya yang dikeluarkan untuk pemasaran, baik itu pemasaran secara konvensional maupun pemasaran online. 

Nah, Anda bisa menggunakan strategi pemasaran online ini untuk mempromosikan bisnis atau jualan Roti Boy yang dijalankan. Promosi online bisa Anda lakukan dengan memanfaatkan media sosial, website, dan lain-lainnya. 

Analisa Keuntungan Roti Boy

Berikut contoh analisa keuntungan bisnis Roti Boy:

PenjualanNominal
Omzet Rata-Rata per HariRp. 2 juta
Omzet Rat-Rata per BulanRp. 60 juta
Harga Pokok ProduksiRp. 30 juta (50%)
Laba KotorRp. 30 juta
Biaya Operasional
Gaji Pekerja (2 orang)Rp. 4,6 juta
Sewa Toko per BulanRp. 3.5 juta
ListrikRp. 700 ribu
GasRp. 900 ribu
Iuran Keamanan dan SampahRp. 200 ribu
Kemasan, dllRp. 3.5 juta
TotalRp. 13.4 juta
Keuntungan BersihRp. 16.6 juta

Resep Roti Boy Untuk Usaha

Bahan:

250 gram tepung terigu protein sedang

250 gram tepung terigu protein tinggi

100 gram gula pasir

1 sdm ragi instan

2 sdm susu bubuk

250 ml susu cair

1 butir telur

70 gram margarin

Secukupnya garam

Cara Membuat:

  1. Di wadah: campurkan gula, dua jenis tepung, ragi, dan susu bubuk, aduk rata. 
  2. Tambahkan telur serta susu cair sedikit-sedikit sambil diuleni sampai setengah kalis. 
  3. Tambahkan garam dan margarin, ulen sampai kalis. 
  4. Diamkan adonan sampai mengembang sedikit.
  5. Kempiskan adonan. Bagi adonan dan timbang dengan ukuran 50 gram. 
  6. Bulatkan adonan, tata adonan di sana dan beri jarak.
  7. Diamkan lagi adonan sampai mengembang lagi sekitar 45 menit.
  8. Tambahkan topping di atas dengan cara melingkar.

Panggang sampai matang di oven yang sudah dipanaskan.

gambar via : tokomesin.com

Bagikan Postingan: